Alternatif Microsoft Office
Pilihan suite perkantoran, termasuk opsi sumber terbuka.
Panduan
Software open source adalah perangkat lunak yang kode sumbernya terbuka untuk dipakai dan dimodifikasi. Penjelasan lisensi, bedanya dengan gratis, dan cara menilai kelayakannya.
Software open source adalah perangkat lunak yang kode sumbernya dipublikasikan dengan lisensi yang mengizinkan orang lain memakai, mempelajari, memodifikasi, dan mendistribusikan ulang kode tersebut. Yang membedakannya dari perangkat lunak lain bukan harganya, melainkan keterbukaan kode dan hak yang menyertainya.
Model ini menghasilkan sebagian infrastruktur digital yang paling banyak dipakai, mulai dari sistem operasi server, basis data, hingga suite perkantoran seperti LibreOffice. Bagi organisasi dengan anggaran terbatas, open source sering menjadi jalan keluar yang nyata, asalkan dipilih dengan kriteria yang tepat.
Perangkat lunak disebut sumber terbuka bila kode sumbernya tersedia untuk umum dan dilisensikan dengan syarat yang mengizinkan pemakaian, modifikasi, serta distribusi ulang. Sekadar dapat mengunduh kode tidak cukup; hak-hak tersebut harus diberikan secara eksplisit melalui lisensi.
Konsekuensi keterbukaan ini bersifat praktis. Kesalahan dan celah keamanan dapat ditemukan oleh siapa pun yang memeriksa kode. Organisasi juga dapat menyesuaikan perangkat lunak untuk kebutuhannya sendiri tanpa menunggu penyedia, meskipun ini menuntut kemampuan teknis yang tidak dimiliki semua organisasi.
Kesalahpahaman yang paling sering terjadi adalah menyamakan sumber terbuka dengan tanpa biaya. Keduanya sering beririsan tetapi bukan hal yang sama.
Biaya sesungguhnya dari perangkat lunak sumber terbuka juga jarang nol. Pemasangan, konfigurasi, pemeliharaan, dan pelatihan tetap membutuhkan waktu atau tenaga ahli. Untuk aplikasi desktop seperti LibreOffice biaya ini kecil; untuk sistem bisnis yang dipasang sendiri, biaya implementasi bisa jauh melebihi harga langganan produk komersial setara.
Lisensi menentukan apa yang boleh dan wajib Anda lakukan. Dua kelompok besar berikut mencakup sebagian besar proyek yang akan Anda temui.
Lisensi seperti MIT, BSD, dan Apache 2.0 memberi kebebasan luas: kode boleh dipakai, dimodifikasi, dan disertakan dalam produk komersial tertutup, biasanya dengan syarat mencantumkan atribusi. Lisensi ini paling mudah dipakai dalam produk yang Anda jual.
Lisensi seperti GPL dan MPL mensyaratkan karya turunan yang didistribusikan juga dirilis dengan lisensi yang sama. Tujuannya menjaga agar perbaikan tetap terbuka. Untuk pemakaian internal umumnya tidak ada kewajiban tambahan, tetapi bila Anda mendistribusikan produk turunan, syarat ini harus dipenuhi.
Bagi pengguna akhir yang sekadar memakai aplikasi seperti LibreOffice, perbedaan lisensi tidak berdampak apa pun. Perbedaan ini menjadi penting hanya bila Anda menyertakan kode tersebut ke dalam perangkat lunak yang Anda distribusikan.
Karena siapa pun dapat merilis kode terbuka, kualitasnya sangat beragam. Enam indikator berikut membantu menilai kelayakan sebuah proyek sebelum Anda bergantung padanya.
Dua produk dalam direktori kami memakai pendekatan sumber terbuka dengan cara yang berbeda.
Keduanya menunjukkan bahwa "open source" tidak menjelaskan seluruh cerita. Membaca lisensi dan memahami edisi mana yang Anda pakai tetap diperlukan sebelum mengambil keputusan.
Software open source adalah perangkat lunak yang kode sumbernya dipublikasikan dengan lisensi yang mengizinkan siapa pun melihat, memakai, memodifikasi, dan mendistribusikan ulang kode tersebut sesuai syarat lisensinya.
Banyak organisasi besar memakainya untuk sistem penting. Keamanannya bergantung pada kesehatan proyek: seberapa aktif pengembangannya, seberapa cepat celah keamanan ditangani, dan apakah versi yang Anda pakai masih didukung. Proyek yang terbengkalai justru berisiko.
Umumnya boleh, tetapi bergantung pada lisensinya. Lisensi permisif seperti MIT dan Apache memberi kebebasan luas. Lisensi copyleft seperti GPL mensyaratkan karya turunan yang didistribusikan juga dirilis dengan lisensi yang sama. Bacalah lisensinya sebelum memakai dalam produk yang Anda jual.
Dukungan dapat berasal dari komunitas melalui forum dan dokumentasi, dari perusahaan yang menyediakan layanan dukungan berbayar, atau dari tim internal organisasi Anda sendiri. Ketiadaan kontrak dukungan resmi adalah pertimbangan nyata untuk sistem yang kritis.
Pilihan suite perkantoran, termasuk opsi sumber terbuka.
Model berlangganan yang menjadi lawan pendekatan pasang sendiri.
Ulasan suite perkantoran sumber terbuka yang paling banyak dipakai.