EmanateSoftware

Panduan

Software Open Source: Pengertian dan Lisensinya

Software open source adalah perangkat lunak yang kode sumbernya terbuka untuk dipakai dan dimodifikasi. Penjelasan lisensi, bedanya dengan gratis, dan cara menilai kelayakannya.

Software open source adalah perangkat lunak yang kode sumbernya dipublikasikan dengan lisensi yang mengizinkan orang lain memakai, mempelajari, memodifikasi, dan mendistribusikan ulang kode tersebut. Yang membedakannya dari perangkat lunak lain bukan harganya, melainkan keterbukaan kode dan hak yang menyertainya.

Model ini menghasilkan sebagian infrastruktur digital yang paling banyak dipakai, mulai dari sistem operasi server, basis data, hingga suite perkantoran seperti LibreOffice. Bagi organisasi dengan anggaran terbatas, open source sering menjadi jalan keluar yang nyata, asalkan dipilih dengan kriteria yang tepat.

Pengertian open source

Perangkat lunak disebut sumber terbuka bila kode sumbernya tersedia untuk umum dan dilisensikan dengan syarat yang mengizinkan pemakaian, modifikasi, serta distribusi ulang. Sekadar dapat mengunduh kode tidak cukup; hak-hak tersebut harus diberikan secara eksplisit melalui lisensi.

Konsekuensi keterbukaan ini bersifat praktis. Kesalahan dan celah keamanan dapat ditemukan oleh siapa pun yang memeriksa kode. Organisasi juga dapat menyesuaikan perangkat lunak untuk kebutuhannya sendiri tanpa menunggu penyedia, meskipun ini menuntut kemampuan teknis yang tidak dimiliki semua organisasi.

Open source bukan berarti gratis

Kesalahpahaman yang paling sering terjadi adalah menyamakan sumber terbuka dengan tanpa biaya. Keduanya sering beririsan tetapi bukan hal yang sama.

  • Freeware gratis dipakai tetapi kodenya tertutup. Anda tidak dapat memeriksa atau memodifikasinya.
  • Open source membuka kodenya. Sebagian besar tersedia tanpa biaya lisensi, tetapi ada model yang menjual dukungan, hosting, atau edisi tambahan.
  • Open core membuka inti produk sebagai sumber terbuka lalu menjual fitur tambahan sebagai edisi komersial. Odoo adalah contoh dari pendekatan ini.

Biaya sesungguhnya dari perangkat lunak sumber terbuka juga jarang nol. Pemasangan, konfigurasi, pemeliharaan, dan pelatihan tetap membutuhkan waktu atau tenaga ahli. Untuk aplikasi desktop seperti LibreOffice biaya ini kecil; untuk sistem bisnis yang dipasang sendiri, biaya implementasi bisa jauh melebihi harga langganan produk komersial setara.

Jenis lisensi

Lisensi menentukan apa yang boleh dan wajib Anda lakukan. Dua kelompok besar berikut mencakup sebagian besar proyek yang akan Anda temui.

Lisensi permisif

Lisensi seperti MIT, BSD, dan Apache 2.0 memberi kebebasan luas: kode boleh dipakai, dimodifikasi, dan disertakan dalam produk komersial tertutup, biasanya dengan syarat mencantumkan atribusi. Lisensi ini paling mudah dipakai dalam produk yang Anda jual.

Lisensi copyleft

Lisensi seperti GPL dan MPL mensyaratkan karya turunan yang didistribusikan juga dirilis dengan lisensi yang sama. Tujuannya menjaga agar perbaikan tetap terbuka. Untuk pemakaian internal umumnya tidak ada kewajiban tambahan, tetapi bila Anda mendistribusikan produk turunan, syarat ini harus dipenuhi.

Bagi pengguna akhir yang sekadar memakai aplikasi seperti LibreOffice, perbedaan lisensi tidak berdampak apa pun. Perbedaan ini menjadi penting hanya bila Anda menyertakan kode tersebut ke dalam perangkat lunak yang Anda distribusikan.

Kelebihan dan keterbatasan

Kelebihan

  • Tidak ada biaya lisensi per pengguna pada sebagian besar proyek.
  • Tidak ada keterikatan pada satu vendor; Anda dapat pindah penyedia dukungan.
  • Kode dapat diperiksa, penting untuk kebutuhan audit keamanan.
  • Umur pakai panjang; proyek dapat dilanjutkan komunitas meski penggagasnya berhenti.
  • Dapat dipasang di infrastruktur sendiri bila data tidak boleh keluar organisasi.

Keterbatasan

  • Dukungan resmi tidak selalu tersedia tanpa kontrak berbayar.
  • Kualitas dokumentasi sangat beragam antarproyek.
  • Pemasangan mandiri menuntut kemampuan teknis internal.
  • Antarmuka sering kalah rapi dibanding produk komersial yang setara.
  • Proyek yang tidak aktif menimbulkan risiko keamanan jangka panjang.

Cara menilai proyek open source

Karena siapa pun dapat merilis kode terbuka, kualitasnya sangat beragam. Enam indikator berikut membantu menilai kelayakan sebuah proyek sebelum Anda bergantung padanya.

  1. Aktivitas pengembangan. Periksa kapan perubahan terakhir dilakukan dan seberapa rutin rilis diterbitkan.
  2. Jumlah kontributor. Proyek yang bergantung pada satu orang berisiko berhenti bila orang tersebut berhenti.
  3. Penanganan isu. Lihat apakah laporan bug dan celah keamanan direspons dalam waktu wajar.
  4. Kejelasan lisensi. Lisensi harus tercantum eksplisit, bukan disimpulkan dari kebiasaan.
  5. Kualitas dokumentasi. Dokumentasi pemasangan dan konfigurasi yang baik menandakan proyek yang dirawat serius.
  6. Ketersediaan dukungan komersial. Untuk sistem penting, keberadaan penyedia dukungan berbayar mengurangi risiko operasional.

Contoh yang relevan

Dua produk dalam direktori kami memakai pendekatan sumber terbuka dengan cara yang berbeda.

  • LibreOffice adalah suite perkantoran yang sepenuhnya gratis dan sumber terbuka, dikembangkan The Document Foundation di bawah Mozilla Public License v2.0. Cocok untuk organisasi yang ingin menghapus biaya lisensi perkantoran.
  • Odoo memakai model open core: edisi Community bersifat sumber terbuka dan dapat dipasang sendiri, sementara edisi Enterprise berbayar menambah fitur dan dukungan resmi.

Keduanya menunjukkan bahwa "open source" tidak menjelaskan seluruh cerita. Membaca lisensi dan memahami edisi mana yang Anda pakai tetap diperlukan sebelum mengambil keputusan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu software open source?

Software open source adalah perangkat lunak yang kode sumbernya dipublikasikan dengan lisensi yang mengizinkan siapa pun melihat, memakai, memodifikasi, dan mendistribusikan ulang kode tersebut sesuai syarat lisensinya.

Apakah software open source aman dipakai untuk bisnis?

Banyak organisasi besar memakainya untuk sistem penting. Keamanannya bergantung pada kesehatan proyek: seberapa aktif pengembangannya, seberapa cepat celah keamanan ditangani, dan apakah versi yang Anda pakai masih didukung. Proyek yang terbengkalai justru berisiko.

Apakah open source boleh dipakai untuk keperluan komersial?

Umumnya boleh, tetapi bergantung pada lisensinya. Lisensi permisif seperti MIT dan Apache memberi kebebasan luas. Lisensi copyleft seperti GPL mensyaratkan karya turunan yang didistribusikan juga dirilis dengan lisensi yang sama. Bacalah lisensinya sebelum memakai dalam produk yang Anda jual.

Siapa yang memberi dukungan untuk software open source?

Dukungan dapat berasal dari komunitas melalui forum dan dokumentasi, dari perusahaan yang menyediakan layanan dukungan berbayar, atau dari tim internal organisasi Anda sendiri. Ketiadaan kontrak dukungan resmi adalah pertimbangan nyata untuk sistem yang kritis.

Lanjutkan membaca

SaaS adalah

Model berlangganan yang menjadi lawan pendekatan pasang sendiri.

LibreOffice

Ulasan suite perkantoran sumber terbuka yang paling banyak dipakai.